iklan jual beli mobil

Wuling Menilai Satu Teknologi Elektrifikasi Saja Tak Cukup untuk Indonesia

OTOJATIM - Kebutuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia dinilai tidak bisa dipenuhi hanya dengan satu teknologi. Karakter konsumen yang beragam, kondisi geografis, hingga pola penggunaan kendaraan membuat setiap teknologi memiliki ruangnya masing-masing di pasar otomotif nasional. 
Presentasi Wuling Motors dalam Dialog Otomotif Nasional ICMS GIIAS 2026 mengenai berbagai pilihan teknologi kendaraan.
"Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul," ujar Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, dalam Dialog Otomotif Nasional Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. 

Pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, yang mengangkat konsep berbagai pilihan teknologi penggerak untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Wuling berpandangan setiap orang memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda sehingga pilihan teknologi kendaraan juga perlu disesuaikan dengan pola penggunaan masing-masing. 

Data yang dipaparkan Wuling menunjukkan kendaraan bermesin pembakaran internal masih menjadi mayoritas pasar otomotif Indonesia. Namun, pertumbuhan kendaraan energi baru berlangsung sangat cepat. Pangsa pasarnya meningkat dari 2 persen pada 2022 menjadi 21 persen pada 2025. Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi terus bertambah dari tahun ke tahun. 

Perkembangan itu juga terlihat pada pilihan teknologi yang semakin beragam. Mobil listrik berbasis baterai (BEV) masih menjadi penyumbang terbesar di segmen kendaraan energi baru. Di saat yang sama, jumlah merek dan model mobil hybrid (HEV) maupun plug-in hybrid (PHEV) juga terus bertambah sehingga konsumen memiliki lebih banyak alternatif sebelum menentukan pilihan kendaraan. 

Wuling juga memotret cara pandang konsumen terhadap setiap teknologi. Kendaraan bermesin pembakaran internal masih menjadi pilihan yang paling dikenal masyarakat. Mobil hybrid dinilai sebagai tahapan yang mudah diterima karena tidak mengubah kebiasaan berkendara. Sementara itu, mobil plug-in hybrid masih memerlukan edukasi lebih luas agar masyarakat semakin memahami karakter dan penggunaannya. 

Dalam forum yang sama, Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, mengatakan Indonesia tidak perlu terpaku pada perdebatan mengenai teknologi yang paling unggul. Yang lebih penting adalah menemukan teknologi, atau kombinasi teknologi, yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia.

"Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini," kata Munawar Chalil. 

Data ICMS turut memperkuat pandangan tersebut. Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya juga naik dari 23 persen menjadi 38 persen. Kondisi itu memperlihatkan masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap berbagai pilihan teknologi kendaraan elektrifikasi sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.
LihatTutupKomentar
close
harga yamaha nmax turbo